Showing posts with label Travel. Show all posts
Showing posts with label Travel. Show all posts

9 Jan 2015

Visa Jepang, oh Visa Jepang

Tahun ini akhirnya kesampaian juga impian besar saya sejak kecil, mengunjungi negeri komik, negeri bunga Sakura, Jepang! Dan sebagaimana lazimnya prosedur masuk ke suatu negara, saya pun harus mengurus visa masuknya. Bersyukur sejak 1 Desember 2014 pemerintah Jepang sudah memberlakukan bebas visa untuk pemilik e-passport, yang cara pembuatannya sudah saya share di link ini.

E-Passport: Buku Hijau Bertato Pokemon

Kali ini saya akan sharing mengenai prosedur pembuatan e-passport. Tapi sebelumnya, apa itu e-passport? Kenapa harus susah payah dan mahal-mahal bikin e-passport kalau paspor biasa masih diterima?

Sejak muncul desas desus pembebasan visa Jepang tahun 2014 lalu, e-passport semakin jamak terdengar. Betapa tidak, dengan menggunakan e-passport kita bisa bebas visa Jepang selama 15 hari. Lumayan ngirit beberapa ratus ribu untuk tabungan traveling, hehe. Padahal kenyataannya sejak 2011 e-passport ini sudah ada dan bisa dibuat di kantor imigrasi (kanim) meskipun masih sangat terbatas kanim yang melayaninya.

13 Sept 2013

Keliling New South Wales, Australia

Setelah sekian lama bermimpi untuk kembali ke tanah kelahiran di Sydney, Australia, akhirnya akhir Agustus kemarin saya berhasil menginjakkan kaki di sana. Sebenarnya banyak cerita dan pengalaman yang saya alami selama napak tilas kemarin, namun untuk meringkas sekaligus memperkaya informasi para calon Oz-traveler saya hanya akan memberikan info umum dalam bentuk rangkuman sebagai berikut (disclaimer: informasi yang diberikan adalah informasi spesifik untuk perjalanan ke negara bagian New South Wales, Australia).

New South Wales merupakan negara bagian terpadat di Australia, lebih dari sepertiga penduduk Australia tinggal di negara bagian ini. Sydney sebagai ibukota negara bagian merupakan kota termahal di Australia. Jadi untuk yang berencana traveling ke NSW khususnya Sydney, siapkan kocek yang lumayan dalam dan siap-siap banyak berhemat selama di sana.

Sebagai gambaran, biaya hidup di Sydney selama sehari adalah sebagai berikut:
  • Transportasi : A$ 10 - 18
  • Akomodasi : A$ 20 - 30
  • Makan 3x sehari : A$ 20 - 40
  • Tiket masuk atraksi wisata : rata-rata A$ 25 - 40
Dihitung dengan kurs dolar Australia saat ini (sekitar 11 ribu) yah kira-kira bisa sampai 825.000 - 1,4 juta per harinya. Untungnya kemarin dapat tumpangan di rumah saudara, meskipun jaraknya 2 jam dari Sydney ke Utara ya setidaknya lumayan lah bisa menghemat pengeluaran sampai 700.000 rupiah per harinya (dikali 9 hari lamanya saya di sana jatuhnya super duper hemat banget sih, hehehe).


26 Aug 2013

Pack Like an Engineer

Yang biasanya selalu jadi pertanyaan besar saat packing adalah "bagaimana caranya agar satu tas/koper dapat membawa banyak bawaan?". Terlebih bagi Anda yang sering bepergian dengan menggunakan maskapai low-cost yang mengenakan biaya tambahan untuk bagasi. 

22 Aug 2013

Kalender Harpitnas dan Long Weekend 2014

Tanggal 21 Agustus kemarin pemerintah telah menetapkan 15 hari libur nasional dan 4 hari cuti bersama untuk tahun 2014. Peringatan hari buruh internasional 1 Mei ikut ditambahkan sebagai hari libur nasional mulai tahun depan. Adapun rinciannya dapat dilihat sebagai berikut.

23 Jul 2013

Lima Pria, Tiga Motor, Satu Tujuan : Nol Kilometer

Kali ini saya akan berbagi tentang perjalanan saya ke Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam. Setelah berwacana bersama kawan jurusan saya, Haryanda Eka Putra, yang sama-sama mudik ke Aceh dan setelah survey kecil-kecilan via google, saya memantapkan diri untuk berangkat ke Pulau Weh di H-4 lebaran tahun lalu. Kami pergi dalam rombongan 6 orang, 5 laki-laki dan 1 perempuan (2 adik saya dan 2 adik Putra), dengan menggunakan 3 sepeda motor dari Banda Aceh. Rencana awal sih hanya 2 hari 1 malam di sana, namun pada akhirnya berakhir dengan 3 hari 2 malam, itu pun dengan terancam lebaran di pulau orang (lebih lengkapnya akan saya ceritakan nanti).


20 Jul 2013

Backpacking 101


Backpacking
is a form of low-cost, independent international travel. It includes the use of a backpack or other luggage that is easily carried for long distances or long periods of time; the use of public transport; inexpensive lodging such as youth hostels; a longer duration to the trip when compared with conventional vacations; and an interest in meeting the locals as well as seeing the sights. It is typically associated with young adults, who generally have fewer obligations and thus more time to travel. They also have less money to spend on hotels or private vehicles. It may include wilderness adventures or be limited to travel within settled areas.

Definisi backpacking di atas adalah menurut Wikipedia. Dalam kamus saya sendiri simpelnya backpacking adalah kegiatan traveling irit yang dilakukan oleh orang-orang yang mau susah. Mau susah yang saya maksud adalah:
  1. Mau bersusah payah hunting tiket promo pesawat terbang
  2. Mau susah cari-cari info detil tentang tempat yang dikunjungi + bikin itinerary (rencana perjalanan) sendiri
  3. Mau susah tinggal di tempat/penginapan yang ala kadarnya
  4. Mau susah untuk banyak-banyak jalan kaki dan meminimalisasi mode transportasi yang nyaman

Kasur saya saat menginap di bandara Incheon Korea Selatan


17 Jul 2013

Visa Australia

Jadi ceritanya kemarin saya baru aja mengurus visa Australia. Setelah bermodalkan pengalaman mengurus visa Korea Selatan, sekarang saya lebih pede dan yakin untuk apply visa negara lain. Di bawah ini akan saya jelaskan tentang pembuatan visa stream turis, untuk stream lainnya silakan cek langsung ke website imigrasi Australia dan gunakan visa wizard agar gak salah pilih jenis visa.

Untuk mengurus visa Australia kita harus datang ke kantor Australia Visa Application Center (AVAC) di gedung Plaza Asia lt. 22, Jalan Jenderal Sudirman Kav 59, Jakarta 12190 . Gedung ini persis berada di depan plaza fX Senayan. (sudah pindah ke Kuningan City lantai 2, Jalan Prof. Dr. Satrio kav. 18, Jakarta 12940). Mirip-mirip dengan gedung The Plaza, kita diwajibkan untuk meninggalkan kartu identitas di front desk. Bedanya gedung ini pengamanannya gak seketat gedung The Plaza, kita masih bisa jalan-jalan ke lantai berapapun yang kita mau.


Duty Free dan Tax Refund

Bagi sebagian besar traveler luar negeri mungkin pernah melihat plang "Duty Free Shop" ataupun "Tax Refund" di bandara-bandara. Tapi sayangnya banyak sekali traveler yang belum memahami tentang dua hal tersebut, sehingga banyak yang tidak mengambil manfaat darinya Padahal kalau diterapkan, kita bisa melakukan penghematan dalam jumlah yang besar. Lantas apakah duty free dan tax refund tersebut? Bagaimanakah mekanismenya?


Visa Korea Selatan

Visa, satu kata yang membuat orang berpikiran "ribet, repot, dan was-was". Ribet karena harus bolak balik kedutaan, repot karena harus ngelengkapin semua berkas-berkas, dan was-was karena visa yang sudah diajukan belum tentu diterima. Pertama kali pun saya berpikiran begitu, terutama karena baru kali inilah saya harus mengurus visa (sebelumnya trip ke Singapura dan Malaysia tidak butuh visa).

Untuk Korea Selatan sendiri visa diurus di gedung The Plaza Office Tower Lt. 30, Jl. H.M. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat (dekat Plaza Indonesia dan eX). Untuk masuk ke kantor pengurusan visa kita diwajibkan meninggalkan KTP di front desk dan ditukar dengan ID visitor, dimana ID visitor ini tidak bisa dipakai untuk sembarang lantai (hanya lantai tertentu yang sudah di-assign di front desk sebelumnya).

Untuk mengajukan visa kita diwajibkan datang antara pukul 09.00 - 12.00, sedangkan untuk pengambilan paspor yang sudah ditempeli visa dimulai dari pukul 14.00 - 16.00. Aplikan biasanya disuruh menelpon ke call center terlebih dahulu untuk mengecek status visa (sudah selesai diproses atau belum). Lama prosesnya 5 hari kerja, dan ini yang bikin deg-degan. Terutama waktu itu saya mepet banget bikin visanya, H-10 ditambah 7 hari waktu menunggu kepastian visa (ditambah 2 hari weekend).

Syarat Pembuatan Visa
  • Formulir Aplikasi Permohonan Visa (bisa diunduh di sini)
  • Foto Berwarna 1 lembar (4x6 cm, bakcground putih), langsung ditempel di formulir aplikasi
  • Paspor asli dan fotokopi (halaman identitas dan visa/cap negara-negara yang telah dikunjungi)
  • Copy KTP
  • Copy kartu keluarga dan surat nikah (untuk yang sudah menikah dan pergi bersama suami/istrinya)
  • Copy akte kelahiran
  • Bukti keuangan 3 bulan terakhir (fotocopy buku rekening)
  • Surat keterangan dari perusahaan (untuk yang sudah bekerja) atau surat keterangan pelajar dari kampus (untuk yang masih pelajar/mahasiswa)
  • Surat sponsor (bisa dari perusahaan atau dari ortu buat yang masih mahasiswa, lihat contohnya di sini)
  • Surat undangan (jika kita ke Korea untuk mengikuti conference, seminar, atau keperluan bisnis)
  • Bukti pembelian tiket pesawat dan booking penginapan (untuk lebih meyakinkan pihak kedubes kalau kita gak bakal ngegembel di sana dan bakal balik ke Indo setelah urusan di sana selesai)
Biaya Pembuatan Visa
  • Single Visa (Visa kunjungan dibawah 90 hari) : Rp. 300.000,-
  • Single Visa (Visa kunjungan diatas 90 hari)     : Rp. 500.000,-
  • Multiple Visa (Berlaku untuk 3 tahun)             : Rp. 800.000,-
  • Double Visa (2 kali masuk dan Berlaku untuk 6 bulan) : Rp. 600.000,-
Biaya ini gak bisa dikembalikan kalau visanya ditolak pihak kedubes, jadi pastikan seluruh kelengkapan terpenuhi saat penyerahan dokumen.

Untuk rekening tabungan sendiri gak ada ketentuan harus ada berapa, yang penting cukup untuk hidup di Korea. Ya amannya kira-kira ada 1 juta Rupiah untuk 1 hari kita di sana (meskipun kenyataannya gak habis segini banyak). Surat keterangan harus banget ada untuk menjelaskan status pekerjaan/kemahasiswaan kita, pengalaman saya dulu sampe harus nunggu surat keterangan mahasiswa dikirim lewat fax gara-gara suratnya ketinggalan di rumah.

Menurut saya, visa Korea Selatan tergolong simpel (cuma 1 halaman coy isiannya!) dan gampang untuk diterima. Asal dokumen-dokumen yang diminta udah lengkap dan tujuan kita di sana jelas, yakin deh visanya pasti diterima. Saran saya kalau punya waktu mending ngurus sendiri aja, jangan diserahin ke travel agent. Karena harganya bisa melonjak 3 kali lipat dengan waktu pengurusan yang lebih lama. Kepastian diterima tidaknya visa pun sama-sama aja.

Jadi, selamat mengurus visa dan jalan-jalan ke negeri ginseng.


Sumber : http://idn.mofa.go.kr/worldlanguage/asia/idn/visa/issuance/index.jsp



15 Jul 2013

Korea Selatan dan CISAK 2013 #2

Hari Ketiga


Hari ini saya bablas ketiduran sampai jam 9, mungkin karena kecapekan akibat perjalanan nonstop 2 hari sebelumnya. Rencana saya semula pergi ke Nami Island pukul 6 pagi, diundur jadi 10. Perjalanan ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam dengan menggunakan subway. Sampai di stasiun Gapyeong saya melanjutkan perjalanan dengan menggunakan taksi akibat bingung harus naik bus apa. 5 menit perjalanan saya pun sampai di dermaga feri menuju ke Nami. Harga tiket masuknya 8.000 Won untuk turis asing (dengan menunjukkan paspor).

Pulau Nami ini terkenal sebagai tempat syuting Winter Sonata. Adegan-adegan di drama dapat kita lihat settingnya di pulau ini. Bahkan ada pula patung sepasang pria wanita yang dibangun untuk mengenang drama ini, dan ini yang menyebabkan banyak turis datang dari segala penjuru. Luar biasa memang Korea soal promosi wisata.
 

Jajaran pohon di Nami Island
Patung Winter Sonata

Korea Selatan dan CISAK 2013 #1

Alhamdulillah akhirnya saya bisa berangkat juga ke Korea Selatan, setelah sebelumnya sempet galau sponsor di postingan sebelumnya. Persiapannya bisa dibilang sangat sangat mepet, tiket pesawat baru dibeli 2 minggu sebelum keberangkatan, visa juga baru diurus 10 hari sebelum berangkat. Alhasil selama visa diproses (sekitar 6 hari, termasuk libur weekend), saya terus deg-degan gara-gara takut visa gak diterima. Untungnya 2 hari sebelum keberangkatan visa pun di-approve. Udah kayak nerima surat cinta aja bro nerimanya, bahagia senyum-senyum gak jelas sendiri.


24 Jun 2013

Resolusi Traveling 2013

Baru ingat, ternyata tahun ini saya punya resolusi khusus untuk traveling. Resolusi kecil-kecilan ini sempat saya post di twitter, awal tahun ini.

Resolusi traveling 2013


A Trip to Curug Cimahi


Kemarin saya dan lima orang teman pergi ke Curug Cimahi. Menurut kabar sih, curug (air terjun dalam bahasa Sunda) ini merupakan curug tertinggi yang ada di Jawa Barat, dengan ketinggian mencapai 85 meter. Berbekal informasi seadanya dari grup Backpackers ITB serta hasil googling lokasi curug berangkatlah kami ke sana dengan menggunakan motor.


21 Jun 2013

LAG Rules

Bagi sebagian besar backpackers yang sering ke luar negeri, kata-kata LAG mungkin sudah sangat akrab di telinga. Bukan jet lag gara-gara perjalanan jauh, tapi LAG "Liquid, Aerosol, and Gas". Nah sejak 31 Maret 2007, pemerintah Indonesia memberlakukan peraturan pembatasan LAG yang boleh dibawa masuk ke kabin. Intinya sih kita hanya diperbolehkan membawa cairan setara dengan 100 mL ke dalam kabin, kalau gak bisa ya cairan itu harus masuk bagasi. 


23 Apr 2013

South Sulawesi Trip #2

18 April
Pagi dibuka dengan ajakan mendaki bukit yang tidak jauh dari rumah. Ternyata bukit tersebut bernama puncak Pua Janggo (Pua= nenek, Janggo=jenggot. Jadi kira-kira artinya nenek/orangtua yang berjenggot). Setelah sekitar 1 kilometer mendaki kami disuguhi pemandangan luar biasa, matahari terbit di atas bumi Sulawesi Selatan. Dan setelah itu kami pun turun dan kembali ke rumah untuk menikmati pisang bakar dan kopi panas.
Bira's Sunrise


South Sulawesi Trip #1

Wah, sudah hampir 1,5 tahun ternyata gak udpdate blog. Didorong permintaan dari teman-teman dan keinginan nulis tentang perjalanan yang dilalui baru-baru ini, baiklah kita mulai menulis lagi. Sebenarnya banyak perjalanan yang terlewat untuk didokumentasikan, mulai dari backpacking Singapura-Malaysia, perjalanan dengan kereta api-kapal ferry-bus ke Lombok, acara nikahan saudara di Balikpapan dan Samarinda, lebaran 2012 di Aceh, perjalanan ke ujung barat Indonesia pulau Weh, konferensi di Bali, perjalanan umrah ke tanah suci, dan terakhir keliling Sulawesi Selatan. Kita mulai dari Sulawesi Selatan, insya Allah kalau ada waktu (dan masih inget) saya akan share tentang perjalanan-perjalanan yang lalu.