10 Jun 2011

Menikmati Macet Bersama Dua Orang Tak Dikenal

Hari ini, setelah pulang "ngantor" saya berencana bertemu teman di Grand Indonesia. Sebenarnya sih sekalian mau mampir nyobain Magnum Cafe, sebelum ditutup akhir Juli nanti. Berangkatlah saya dari GMF jam setengah 4 menuju arah Tol Bandara.

Di jalan tol, gak sengaja saya melihat bus ITB berjalan menuju arah bandara. Saya pikir mau pada kemana ni rombongan anak-anak ITB, tapi ternyata ketika bus tersebut lewat isinya gak ada alias kosong penumpang. Ni iseng banget ya bis ITB jalan-jalan ke bandara. Mungkin mau jalan-jalan iseng kayak saya 2 hari lalu. Hehe.

Di tengah lamunan saya itu, tiba-tiba saya teringat. Ini kan hari Kamis, pasti ada three-in-one dong di Sudirman. Langsung puter otak gimana caranya supaya ke GI dengan selamat tanpa harus nyewa joki, karena sejujurnya saya paling males kalo harus nyewa joki.

Sampai pintu keluar tol, solusi alternatif jalan pun belum saya temukan. Akhirnya saya putuskan untuk nyewa joki ajalah, sekali ini aja gara-gara saya kelupaan. Naiklah dua orang joki, yang satu masih muda umur 20an gitu dan satunya lagi bapak-bapak tanggung sekitar 30 tahunan (tapi mungkin aja umurnya lebih muda daripada mukanya). Tapi sialnya, mereka naik di deretan kursi tengah! Macem supirnya mereka aja saya, sendirian di depan.

Ya sudah, akhirnya saya melanjutkan perjalanan. Kebetulan saya salah keluar tol, jadi kejebak macet cukup lama sebelum berhasil belok di Semanggi. Jadilah saya, beserta dua orang joki sama-sama mengarungi macetnya kota Jakarta, yang penuh sesak dengan mobil yang menyemut dan motor yang sangat lebih menyemut lagi.

Akhirnya sampailah saya di GI, dan mereka pun turun (akhirnya!! *sambil menghela nafas*). Masuk ke GI, dan saya malah salah ambil tempat masuk parkiran. Saya justru ambil tempat parkir yang langsung menuju lantai 7. Mantap lah muter-muter gak karuan sejauh 6 lantai.

Turun dari mobil, saya pun langsung menuju Magnum Cafe yang terletak di West Mall lantai 5 (sementara saya parkir di East Mall lantai 7). Jalan cukup jauh, cari-cari tempatnya, dan akhirnya ketemulah Magnum Cafe, dengan barisan Waiting List yang cukup panjang.

Di sana saya memesan Waffle de Aristocrat, perpaduan es krim Magnum, waffle, dan pisang bakar. Rasanya mantap!! Meskipun harganya cukup mahal sih, 35ribu rupiah. Tapi worthed lah setidaknya.

Magnum terbesar yang pernah saya lihat

Kursi berbentuk magnum

Oke, setelah dari sana saya cari-cari buku di Kinokuniya (West Mall). Pikir-pikir panjang mau beli buku (karena harganya mahal), saya pun pergi ke gramedia (East Mall) untuk cari buku serupa dalam versi Indonesia, yah itung-itung supaya harganya lebih murah lah. Dan ternyata di Gramedia hanya ada novel yang sama tapi nomor 10, sedangkan saya belum baca yang nomor 9. Daripada gak kebagian yang nomor 10, saya pun akhirnya membelinya. Dan konsekuensinya adalah, saya harus membeli novel yang nomor 9 (which is, saya harus balik lagi ke West Mall).

Ambil uang di ATM, balik ke West Mall, dan akhirnya resmilah saya membeli buku "The Series of Unfortunate Events : The Carnivorous Carnival", buku nomor 9 seharga 129ribu (mahal banget sih, ya Allah). Dan saya pun harus balik lagi ke East Mall supaya bisa pulang. Perjalanan yang cukup melelahkan, ditambah saya bolak balik dengan masih menggunakan pakaian kantoran. Pulanglah saya menuju ke rumah, sempat mampir dulu sih di 7 Eleven Taman Puring buat beli Slurpee.

Prediksi saya, jam setengah 10 harusnya jalan udah gak macet, orang-orang pulang jam 5 gitu. Dan ternyata, sesampainya saya di arteri Pondok Indah masih macet saudara-saudara. Mantap!

Dan demikianlah, saya kembali menikmati kemacetan, tapi kali ini tanpa dua orang asing di mobil saya.




No comments:

Post a Comment