17 Jul 2019

Pengalaman Mengikuti GPTP Telkom (1)

22 April lalu saya resmi memulai babak baru dalam karir saya, yaitu bekerja di PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom). Sebuah impian sejak zaman kuliah yang (akhirnya) bisa terwujud juga. Sebenarnya sudah berkali-kali saya bersinggungan dengan Telkom tapi belum pernah jodoh. Dimulai dari tahun 2011 saya diterima kerja praktek di Telkom Regional 3 Jawa Barat di Bandung, namun saya memilih kerja praktek di GMF AeroAsia (cerita lengkapnya di sini).

Ketika saya kuliah S2 pertengahan tahun 2012, saya mengikuti seleksi rekrutmen karyawan Telkom. Alhamdulillah saya diterima dan diwajibkan mengikuti proses bintal (pembinaan mental) dan orientasi di awal 2013. 13 Januari 2013 saya datang ke Telkom Learning Center (sekarang berganti nama menjadi Telkom Corporate University Center) di Gegerkalong dan mengajukan pertanyaan ke HR Telkom, "apakah bisa diberikan penangguhan 6 bulan sampai saya lulus S2?". Namun sayangnya saat itu Telkom tidak bisa memberikan penangguhan dan saya pun harus mengikuti seleksi ulang jika tetap ingin masuk Telkom. Akhirnya, ketika di hari yang sama teman-teman saya yang lulus seleksi tandatangan kontrak dan berangkat orientasi dari Gegerkalong, saya harus pulang ke kosan dengan status gugur sebagai calon karyawan.
Pengumuman Hasil Seleksi PT Telkom 2012

Singkat cerita, Juli 2013 saya lulus S2 dan diterima bekerja di ConocoPhillips. Saya yang masih berstatus apprentice  dan gelisah dengan ketidakpastian diangkat sebagai karyawan kembali mencoba mendaftar ke Telkom. Saya pun kembali lolos seleksi administrasi dan dipanggil ke Bandung untuk seleksi tahap berikutnya. Sayangnya karena tes dilakukan dalam dua hari yang terpisah (Senin dan Rabu) dan saya belum punya jatah cuti, terpaksa lah saya tidak hadir dan kembali gagal menjadi calon karyawan.

Akhirnya saya pun diangkat menjadi karyawan dengan segala gaji dan benefit lainnya yang membuat saya betah dalam comfort zone. Semua petuah dari senior-senior yang menyarankan saya untuk mencoba lagi seleksi Telkom saya abaikan, sampai akhirnya umur saya lewat dari batas maksimal pendaftaran Telkom, yaitu 27 tahun untuk lulusan S2. Rekrutmen professional hire tidak menjadi pilihan saya, karena status kontrak selama 2 tahun dan jenjang karir yang berbeda dari GPTP hire (katanya).

Sampai akhirnya pada Juli 2018, dalam perjalanan dinas saya ke Sumatera Selatan, seperti biasanya saya membaca koran di pesawat. Di salah satu halaman terdapat satu iklan menarik yang ternyata pengumuman seleksi Telkom, Great People Trainee Program (GPTP) 8.
Iklan Rekrutmen GPTP 8
Sesaat setelah landing saya iseng mengecek website rekrutmen dan mendapati bahwa batas maksimal usia S2 menjadi 30 tahun. Padahal di rekrutmen GPTP-GPTP sebelumnya, batas usianya selalu 27 tahun. Saya mulai merasa bahwa mungkin ini pertanda/panggilan agar saya kembali mengikuti seleksi Telkom. Dan saya pun langsung mendaftar dan melengkapi semua berkas administrasi yang dibutuhkan, termasuk langsung menjadwalkan tes TOEFL di pekan yang sama.

Proses Seleksi GPTP 8
  • Tahap 1: Seleksi administrasi (submit CV online, skor TOEFL, IPK), dokumen-dokumen terkait di-submit di website rekrutmen telkom. Saya dinyatakan lulus tahap 1 tanggal 4 Agustus 2018.
  • Tahap 2: Online tests (general cognitive ability test, english ability test, job function test). Pengumuman kelulusan tanggal 21 Agustus 2018.
  • Tahap 3: 
    • Psikotes: untuk psikotes ini yang dibutuhkan adalah konsentrasi dan stamina yang fit, jadi usahakan untuk tidur cukup sebelum tes dimulai. Tesnya terdiri dari tes Pauli, tes wartegg, tes menggambar pohon dan orang, tes essay sesuai job function, serta culture test.
    • Focus group discussion: diskusi pemecahan masalah terhadap satu studi kasus. Mirip-mirip lah dengan simulasi meeting di kantor atau organisasi kampus. Waktu itu case-nya adalah alokasi dana R&D yang sangat rendah dibarengi dengan turnover karyawan yang tinggi. 
    • Interview oleh HR dan tim yang terkait job function pilihan (tiga orang).
    • Medical check up: olahraga yang teratur minimal dua pekan sebelum MCU, istirahat yang cukup, dan puasa 8 jam sebelum jadwal check up.
    • Upload video yang menjawab pertanyaan "mengapa kamu ingin bekerja di Telkom?" dan "mengapa Telkom harus memilih kamu" (di GPTP 9 tes ini diganti menjadi collaborative games).
Nah, dari tahap ketiga inilah pengumuman mulai lama dan bikin dag dig dug. Hilal yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul tanggal 22 September 2018, hampir satu bulan sejak tes terakhir. Kabar gembira ini sayangnya bikin galau juga. Masalahnya adalah tanggal 1 Oktober harus sudah mulai orientasi, sedangkan saya belum submit surat resign ke perusahaan lama. Waktu resign notice satu pekan pasti tidak acceptable buat perusahaan. Di lain sisi, tanggal 18 September istri baru melahirkan, dan rasanya sangat sangat gak tega untuk meninggalkan keluarga bintal dan orientasi selama 1 bulan. Akhirnya saya pun mencoba mengajukan penangguhan (lagi) ke Telkom.

1 Oktober pun terlewati dan proses orientasi GPTP 8 dimulai. Saya kembali harap-harap cemas karena belum ada konfirmasi balasan dari Telkom terkait pengajuan penangguhan saya. Satu bulan menunggu, akhirnya tanggal 6 November datanglah konfirmasi dari Telkom yang intinya menyatakan penangguhan saya diterima dan saya bisa mengikuti GPTP 9 di bulan Februari 2019. Tanggal 21 Desember saya kembali dihubungi pihak Telkom yang menginfokan bahwa GPTP 9 diundur ke bulan April 2019.

Sampai pertengahan Maret saya masih belum mendapat kepastian mengenai tanggal dimulainya orientasi GPTP 9. Sampai akhirnya pada 19 Maret 2019 saya memberanikan diri untuk resign dari perusahaan lama, meskipun jadwal orientasi GPTP 9 belum muncul. Nothing to lose.

Dan here I am, mulai menjajaki kehidupan baru sebagai karyawan PT Telkom 😃

To be continued to part 2. . . . .

3 comments:

  1. Mas mau tanya, mungkin aga serius, atas pertimbangan apa masih memperjuangkan GPTP padahal sudah bekerja di perusahaan besar, saya rasa. Sedikit catatan, sya sdg menjalani program MT di perusahaan swasta yg cukup besar (spertinya masih satu gedung dgn perusahaan lama masnya), baru masuk seminggu, tapi saya mendapat kabar bahwa saya lolos tahap akhir seleksi GPTP. Akan sangat membantu bila mau share pendapatnya.. Terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lolos ke tahap akhir ya, masih 1 tahap lagi. Dgn pertimbangan pasti dilakukan di hari kerja.

      Delete
    2. Mantap! Semoga sukses dan lolos terus sampai jadi karyawan Telkom.

      Pertimbangan saya waktu itu lebih ke arah long term career development. Dengan status saya sebagai "warga negara kedua" di perusahaan tersebut (background akademik bukan di bidang O&G), kecil kemungkinannya bisa sukses menduduki jabatan manajerial. Sampai pensiun susah bisa menyaingi warga negara pertama dan cenderung akan jadi support terus.

      Nah, sekarang kembali lagi ke tujuan jangka panjangmu, kalau memang yang dikejar adalah gaji dan benefit yang oke punya di awal karir, mending lanjut aja di perusahaan yang sekarang. Tapi kalau memang tujuan jangka panjangnya pengembangan diri, karir, ataupun sustainability perusahaan, sila dilanjut seleksinya.

      Good luck!

      Delete