30 May 2010

Puisi Cinta Anak Elektroteknik

Sejak pertama kali bertemu denganmu,
aku tahu engkaulah yang kunanti selama ini.

Lihatlah...

Setiap ku memandangmu
amperemeter dan voltmeter cintaku
selalu menunjukan skala penuh,
dan gelombang di osiloskop hatiku
bergerak tak karuan.

Setiap ku mendekatimu,
hatiku bergetar lebih dahsyat dari
getaran turbin yang membangkitkan
arus AC tiga fasa 220 volt 50 hertz.

Bila engkau jauh,
aku bagai komputer digital tanpa mikroprosesor,
aku bagaikan rangkaian pemancar tanpa catu daya.

Karena hanya engkau yang bisa me-recharge
kekosongan muatan kapasitor hatiku.
Hanya engkau yang bisa mengaktifkan
perangkat keras dan perangkat lunak yang aku miliki.

Aku ingin hatiku dan hatimu bagai anoda dan katoda
dari dioda yang dibias maju.

Aku ingin hati kita bagai belitan induktor
yang melekat kuat pada inti transformator.

Maka biarlah tahanan di antara hati kita besarnya
tidak lebih dari satu ohm agar sinyal-sinyal analog
yang aku kirim boleh mengalir indah dari emitter hatiku
sampai di kolektor hatimu tanpa distorsi yang berarti.

Biarlah sinyal-sinyal itu engkau sampling, kuantisasi
dan di kodekan agar engkau bisa menganalisis
kesungguhan byte-byte cinta ini.

Jangan sangsikan ketulusanku padamu.
Biarlah keraguanmu aku tapis menggunakan band pass filter.

Kalau tak percaya pada cintaku, belahlah dadaku.
Engkau akan melihat namamu tertera indah
pada display LCD hatiku.

Masih tak percaya?
Belahlah lebih dalam lagi,
engkau akan melihat rangkaian penerima
yang jalur-jalurnya telah cacat akibat menerima
gelombang elektromagnetik intensitas tinggi
yang engkau pancarkan.

Masih tak percaya juga?
Biarlah....
Demi engkau aku rela memutus saklar utama kehidupanku
agar engkau tahu betapa besarnya amplitudo cintaku.

Percayalah padaku hanya engkau cintaku.




22 May 2010

Present's Present

I'm twenty today!!

Thanks to my family who had given me love and care until today.

Thanks to Novita Ratna Kusuma for special birthday's greeting for me (5 SMS for just one greeting T_T)

Big thanks to my friends who had give me birthday's greetings and wishes. My former school friends, MBWG, HME, campus, and facebook friends. Thank you.

And very very big thanks to Agitha Yusuf for the birthday's greeting video you've made. At last, I know how it feel to be surprised by someone we love.
Thank you my sister :)



Yeah, I'm twenty.

21 May 2010

2.0

Hmm, this is the last day in my 19th age. Many years have gone by and now here I am, nearly 20.

If I make an analogy within age and video game's patch, I'm in patch 2.0 now. Absolutely with new improvement, bug-fixed, challenge, character, treasures, and even bosses. I've tried to win this game so far and I don't want to end this game with bad ending.

As a human, we don't know when we will die or what will happens in the future. All we can do are just struggle and pray. I think, my struggle so far is nothing (yet). Hope in twenty I can manage myself to be a mature and better man.

So, please help me and guide me through this upcoming years. Because I believe, You put me here for a holy purpose, not just a simple game.

Twenty. More mature, responsible, and brave.

19 May 2010

ITB didemo??

Ada pemandangan yang berbeda di depan kampus ITB kemarin siang. Bukan pemandangan kuda dan delman yang berseliweran, ataupun tukang software bajakan, sama sekali bukan. Pemandangan tak lazim itu adalah demonstrasi dari Solidaritas Mahasiswa Papua Peduli Anti Rasis Indonesia.

Massa kampus ITB yang telah lama tidak melakukan aksi demonstrasi kemarin malah didatangi untuk didemo. Isu yang diusung pendemo tentu saja masalah kasus rasisme salah satu mahasiswa ITB. Ya, tanggal 3 Mei yang lalu sang tersangka mengupdate status facebooknya yang berbau rasisme terhadap etnis Papua, dan tak lama kemudian muncullah komentar dan kecaman baik dari teman sang pelaku maupun dari pengguna facebook lain.

Masalah rasisme mungkin masalah yang tak akan pernah habisnya mencuat. Setelah berakhirnya sistem politik Apartheid di Afrika Selatan, kasus rasisme ternyata tidak begitu saja lenyap. Masih ada oknum-oknum yang egois dan sesuka hati merendahkan bahkan menjatuhkan etnis lain.

Contoh modern yang bisa kita lihat sehari-hari mungkin kasus konflik antara supporter Persija (JakMania) dan Persib (Viking). Tak henti-hentinya kedua kubu supporter membuat kerusuhan meskipun sudah ada peraturan yang melarang keras hal tersebut. Ini salah satu yang membuat bangsa kita sulit untuk maju. Bagaimana bisa maju kalau hanya karena sepak bola, persaudaraan satu bangsa bisa pecah, hanya karena hal remeh banyak nyawa bisa melayang. Hal ini sangat menunjukkan bahwa Indonesia belum siap menjadi negara yang lebih berkembang.

Kembali ke masalah rasisme mahasiswa ITB. Kita kihat apa dampak dari satu status facebook bernada rasis tersebut. Pertama, nama baik ITB yang sudah tercoreng sebelumnya karena kasus plagiarisme kembali tercoreng karena hal ini. Kedua, mahasiswa bersangkutan pun sudah pasti terkena sanksi, masih untung ITB berbaik hati tidak mengeluarkan mahasiswa tersebut. Ketiga, masyarakat Papua pasti tersakiti hatinya karena ulah mahasiswa tersebut.

Memang benar kata pepatah, karena nila setitik rusak susu sebelanga. Hanya karena satu status facebook, ITB semakin buruk reputasinya. Sudah saatnya kita saling menghargai satu sama lain, saling tenggang rasa, dan empati. Itulah Indonesia.

Rasisme, rasisme, rasisme. Sudahi saja.

18 May 2010

Bismillahirrahmanirrahim

Blog? mengapa harus sebuah blog?

Mungkin saya yang sudah terbiasa menuangkan segala curahan hati saya dan segala kegalauan di plurk, facebook, twitter dan lain sebagainya. Media-media tersebut sudah penuh oleh kata-kata saya dan comment orang-orang. Lalu kenapa sekarang harus bikin blog lagi??

Teman-teman saya yang lain mungkin sudah punya blog entah dari kapan, yang isinya segala ide di pikiran mereka, imajinasi, serta pikiran-pikiran brilian yang dituangkan dengan manis dalam wadah elektronik milik mereka. Saya yang menyadari bahwa saya belum memiliki tempat untuk menuangkan itu semua pun terketuk, "wah,saya harus punya juga nih". Karena selama ini jejaring sosial dan microblogging yang saya punya tidak lah pas untuk menampung itu semua. Terlalu banyak konten di dalamnya, sehingga tulisan-tulisan lama pun terlupakan. Akhirnya saya buatlah blog ini.

Semoga kesukaan saya menulis dahulu bisa muncul lagi setelah adanya blog ini. Dan semoga blog ini benar-benar bisa menjadi media untuk saya menuangkan segala ide, imajinasi, serta pemikiran lainnya.


Bismillahirrahmanirrahim. .