31 Dec 2013

A Wrap Up for 2013

2013 tinggal menghitung jam sebelum berganti dengan 2014. Banyak hal, pengalaman, dan momen yang terjadi di tahun ini. Alangkah baiknya sebelum berganti tahun kita refleksi sejenak ke belakang untuk mengevaluasi perjalanan kita dan sekaligus membuat tonggak untuk tahun yang akan datang.

Alhamdulillah tahun ini saya bisa lebih banyak merasakan traveling dengan biaya minim. Pergi gratis ke Korea Selatan sekaligus merasakan sensasi solo traveling ke luar negeri. Menyaksikan megah dan agungnya Ka'bah baitullah di Makkah al Mukaromah. Merasakan salju untuk pertama kali dalam hidup di Mount Kosciuzsko, Australia. Jadi calo tiket di Universal Studios Singapura. Berenang dan snorkeling di pantai yang belum terjamah di Tanjung Bira. Sampai merasakan serunya menikmati puncak dari ketinggian 30 meter di atas tanah dengan paralayang.

Dalam hal spiritual, tahun ini juga sangat membekas di saya. Bermula dari kepergian ke tanah suci untuk umrah, yang kemudian berbuah dengan oleh-oleh manis saat kembali ke Indonesia, yaitu peningkatan ibadah dibanding saat-saat sebelumnya. Shalat berjamaah di masjid mulai rajin kembali, baca Qur'an bisa meningkat menjadi satu juz dalam sehari, dan juga shalat Dhuha pun kembali dirutinkan. Semoga bisa terus konsisten dan meningkat dalam tahun-tahun berikutnya.

Untuk pencapaian, dalam hal akademis saya lulus S2 dari ITB dengan predikat cum laude, satu predikat yang nyaris saya dapatkan di S1 tersebut akhirnya bisa saya raih juga. Terhitung pula pencapaian dalam bidang karir, akhirnya saya mendapat pekerjaan dan bisa memberikan penghasilan untuk orangtua, saudara-saudara bahkan kakek dan nenek. Bukan di tempat yang saya inginkan memang, tapi alhamdulillah-nya bisa memberi saya kenyamanan dalam bekerja dengan gaji yang mencukupi pula. Hal ini kembali mengingatkan saya bahwa Allah memberikan manusia dengan apa yang dibutuhkannya, bukan apa yang diinginkannya.

Dalam hal asmara, saya mengawali tahun dengan status single dan mengakhirinya dengan status single pula. Sebuah pilihan yang saya nikmati memang karena saya pun sudah malas untuk pacaran, toh ujungnya belum pasti juga. Lebih baik sendiri dulu sambil memperbaiki kualitas diri.

Di balik semua kesenangan, tahun ini juga menyisakan duka. Kepulangan sahabat saya di hari pernikahannya pada Agustus lalu merupakan satu kesedihan mendalam untuk saya. Semoga beliau ditempatkan di sisi Allah dan diterima amal ibadahnya selama di dunia.

Dari resolusi-resolusi yang saya buat untuk tahun 2013, baik resolusi umum maupun traveling, alhamdulillah 85%-nya bisa tercapai. Hanya plan untuk memulai bisnis, mencicil mobil sendiri, dan mendaki 1 gunung saja yang masih belum terpenuhi. Syukur resolusi-resolusi besar lainnya bisa tercapai, meskipun memang tidak mudah.

Semakin bertambah umur semakin saya merasa bahwa waktu berjalan semakin cepat. Saat SD dulu satu bulan rasanya bisa sangat lama, sementara sekarang satu tahun bisa berjalan demikian cepat. Harapan saya di waktu-waktu yang akan dilalui di 2014 mendatang kita bisa selalu lebih baik dan lebih produktif dari hari sebelumnya sehingga tidak ada satu pun waktu pun yang kita sesali. Live your life to the fullest.

Thank you 2013, see you tomorrow 2014.



No comments:

Post a Comment