14 Dec 2013

O.D.O.J

ODOJ, apaan tuh? Kebalikannya JODO-kah? Atau semacam program penurunan berat badan macem OCD?

Ya sepertinya masih banyak yang belum familiar dengan program ini. ODOJ sendiri merupakan singkatan dari "One Day, One Juz" alias satu hari khatam satu juz. Pertama kali dengar memang rasanya berat banget. Pengalaman saya sendiri untuk bisa satu hari satu juz cuma bisa di bulan Ramadhan, itupun karena sambil mengisi waktu menunggu sahur dan adzan maghrib. Ini di bulan non Ramadhan dan di tengah kesibukan kerja, apa mungkin?

Banyak yang bilang, suatu hal berat akan menjadi bisa bila kita membiasakannya. Dan untuk bisa membiasakan, terkadang kita harus dipaksa. Nah salah satunya ya ODOJ ini. Kita akan menjadi "terpaksa" untuk bisa menamatkan 1 juz dalam sehari karena tergabung dalam komunitas/grup yang memang saling mengingatkan dan memotivasi satu sama lain. Bahasa kerennya sih Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan).

Meskipun ODOJ ini belum dilaunching secara resmi, ternyata grupnya sudah mencapai seribuan lebih, dengan satu grup rata-rata berisi 30 orang. Latar belakang profesi yang ikut pun macam-macam, mulai dari karyawan biasa, pejabat, direktur, bahkan sampai artis dan pelajar SD! Dengan bentuk grup seperti ini, selain kita bisa khatam Qur'an dalam waktu sebulan (30 hari), setiap harinya kita juga bisa "khatam" secara berjama'ah dengan kawan-kawan satu grup.

Terhitung sudah 9 hari ini saya gabung di program ODOJ, dan alhamdulillah masih konsisten untuk bisa selesai 1 juz dalam sehari. Yang tadinya dalam sehari belum tentu ngaji dan kalaupun ngaji maksimal cuma 5 halaman, sekarang alhamdulillah bisa selesai 1 juz (sekitar 10 lembar/20 halaman) dalam sehari. Luar biasa memang motivasi dari kawan-kawan satu grup.

Yang saya rasakan setelah ikut program ini adalah perubahan pola pikir. Membaca Al-Qur'an ternyata bukan masalah meluangkan waktu, tetapi menyediakan waktu. Dulu saya hanya membaca Al-Qur'an di waktu luang, akhirnya dalam setahun pun belum tentu bisa khatam, apalagi dalam waktu satu bulan. Tapi sekarang setelah menyediakan waktu khusus dan punya target satu juz dalam sehari rasanya membaca Qur'an bisa menjadi sangat ringan.

Akhir kata, yuk jadikan membaca Quran sebagai gaya hidup. Jangan cuma baca koran atau OCD aja yang dirajinin :)

sumber: website ODOJ

2 comments:

  1. Bisa disharing gak menyediakan waktunya gimana? Misalnya apakah dihabiskan 20 halaman sekaligus apa tiap habis solat dicicil 4 halaman?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya tergantung orangnya juga dit, ada yang lebih seneng dibablasin 10 lembar sekaligus, ada yang dicicil. Gw sendiri formasinya 2 - 4 - 2 - 2, urutannya setelah Dhuha, Dzuhur, Maghrib, Isya.

      Jadi emang udah dislotin waktu setelah shalat buat ngaji dulu, 5 sampe 10 menitan. Gak bawa Qur'an, baca dari HP pun jadi. Begitu.

      Delete