24 Jun 2013

My Life as Tukang Warung

4 Maret 2012 lalu, saat saya masih berkutat dengan tugas akhir sarjana, saya menyempatkan diri untuk usaha kecil-kecilan di lab. Yah semacam ngewarung gitu lah, tapi warungnya warung kejujuran, artinya warungnya gak perlu saya tungguin. 

Dagangan warung


Macam-macam barang sudah pernah saya jual, mulai dari makaroni (yang kadar MSG-nya banyak tapi orang-orang pada suka), makanan ringan semacam wafer, permen, dan beng-beng, makanan masa kecil kayak anak mas dan permen dreamy, sampai minuman ringan. Semua demi memenuhi kebutuhan mahasiswa tingkat akhir yang konsumsi makanannya banyak saat ngerjain TA, dan terutama untuk memenuhi keuangan saya yang masih berstatus pengangguran berkedok mahasiswa hehe.

Setahun lebih udah lewat dan saya pun sudah akan pergi dari Bandung. Dan setelah open recruitment di Twitter selama 2 menit akhirnya saya menemukan penerus, Bima dan Ratna, Telkom 2009 yang siap meng-handle stok jajanan warung. Ya semoga warden (warung residensi, yang sekarang ganti nama jadi WarBRO -Bima Ratna Oye-) tetap laku dan mampu memenuhi hasrat jajan mahasiswa telkom tingkat akhir.

Serah terima Warung Residensi, 13 Juni 2013

No comments:

Post a Comment