13 Sept 2013

Keliling New South Wales, Australia

Setelah sekian lama bermimpi untuk kembali ke tanah kelahiran di Sydney, Australia, akhirnya akhir Agustus kemarin saya berhasil menginjakkan kaki di sana. Sebenarnya banyak cerita dan pengalaman yang saya alami selama napak tilas kemarin, namun untuk meringkas sekaligus memperkaya informasi para calon Oz-traveler saya hanya akan memberikan info umum dalam bentuk rangkuman sebagai berikut (disclaimer: informasi yang diberikan adalah informasi spesifik untuk perjalanan ke negara bagian New South Wales, Australia).

New South Wales merupakan negara bagian terpadat di Australia, lebih dari sepertiga penduduk Australia tinggal di negara bagian ini. Sydney sebagai ibukota negara bagian merupakan kota termahal di Australia. Jadi untuk yang berencana traveling ke NSW khususnya Sydney, siapkan kocek yang lumayan dalam dan siap-siap banyak berhemat selama di sana.

Sebagai gambaran, biaya hidup di Sydney selama sehari adalah sebagai berikut:
  • Transportasi : A$ 10 - 18
  • Akomodasi : A$ 20 - 30
  • Makan 3x sehari : A$ 20 - 40
  • Tiket masuk atraksi wisata : rata-rata A$ 25 - 40
Dihitung dengan kurs dolar Australia saat ini (sekitar 11 ribu) yah kira-kira bisa sampai 825.000 - 1,4 juta per harinya. Untungnya kemarin dapat tumpangan di rumah saudara, meskipun jaraknya 2 jam dari Sydney ke Utara ya setidaknya lumayan lah bisa menghemat pengeluaran sampai 700.000 rupiah per harinya (dikali 9 hari lamanya saya di sana jatuhnya super duper hemat banget sih, hehehe).


Tiket Pesawat

Ada beberapa maskapai pesawat murah yang menyediakan rute dari Jakarta ke Sydney, diantaranya adalah AirAsia (transit di Kuala Lumpur), Jetstar (anak perusahaan maskapai penerbangan Qantas, transit di Singapura dan Melbourne), dan Tiger Airways (transit di Singapura). Untuk tiket promo, AirAsia lebih sering membuka promo dibandingkan maskapai penerbangan lainnya. Sebagai informasi saya kemarin mendapatkan tiket AirAsia CGK-KUL-SYD PP seharga 5 juta, termasuk bagasi 20 kg. Bukan promo diskon gede-gedean memang, karena rencana perjalanan saya tergolong dadakan juga.


Imigrasi dan Customs

Tata cara pengurusan visa Australia pernah saya bahas di link ini. Untuk customs atau bea cukai, Australia termasuk negara yang menerapkan aturan sangat ketat untuk barang-barang yang boleh dibawa masuk ke negaranya. Selain membatasi jumlah rokok/tembakau, minuman beralkohol, dan uang yang dibawa masuk, makanan olahan yang berasal dari ikan dan ternak juga dibatasi. Selain itu barang-barang souvenir yang terbuat dari tumbuhan dan kayu, obat-obatan tradisional, dan biji-bijian juga sangat ketat pemeriksaannya.

Jadi, minimalkanlah bawaan kabin atau bagasi yang mengandung hal-hal tersebut di atas, kalaupun terpaksa harus dibawa maka laporkanlah ke bagian bea cukai (jalur setelah keluar pemeriksaan imigrasi) agar tidak terkena denda. Lebih lengkap tentang bea cukai Australia dapat dibaca di link ini.

Atraksi Wisata

New South Wales punya beberapa atraksi wisata, baik alam maupun buatan manusia, yang menarik dan sangat unik dibanding tempat lainnya. Selain terkenal dengan Sydney Opera House dan Sydney Harbour Bridge-nya, NSW juga terkenal dengan binatang asli Australia yaitu Kangaroo, Koala, Wallaby, Emu, Platypus, dan Wombat yang hampir gak mungkin kita temui di kebun binatang di luar Australia.

Atraksi wisata di dalam kota Sydney cukup banyak, berikut saya bagi berdasarkan rute jalan kaki. Kenapa jalan kaki? Sebab selain untuk menekan pengeluaran transportasi, jalan kaki juga sangat cocok dilakukan di kota ramah pedestrian seperti Sydney. Jarak antar atraksi wisata di dalam kota (CBD) pun tergolong dekat satu sama lain. Untuk detil masing-masing atraksi wisata insya Allah akan saya bahas di blog post lainnya.

Rute 1 :
Sydney Harbour Bridge - The Rocks - Sydney Opera House - Royal Botanic Garden - Government House - Mrs Macquarie's Chair - Art Gallery of NSW - St Mary's Cathedral - Hyde Park (Archibald Fountain dan ANZAC War Memorial)

Rute 2 :
Hyde Park - Sydney Tower - Queen Victoria Building - Town Hall - Chinatown - Paddy's Market - Darling Harbour (Tumbalong Park, Madame Tussauds, Wildlife Sydney, dan Sealife Sydney Aquarium).

Pemandangan Sydney Opera House dan Harbour Bridge dari Mrs Macquarie's Chair


Kebun Binatang :
  • Featherdale Wildlife Park (sangat saya rekomendasikan! Binatang yang ada di sini khusus binatang native Australia, seperti koala, kangaroo, wombat, wallaby, dingo, emu, dll) 
  • Taronga Zoo (kebun binatang terlengkap di NSW, sayangnya harga tiket masuknya super mahal dan foto bersama koalanya bayar)
  • The Koala Park Sanctuary (untuk yang mau lihat koleksi koala terlengkap)
  • Australia Zoo
  • The Australian Reptile Park (koleksi reptil terlengkap se-Australia)
Berfoto bersama koala di Featherdale Wildlife Park.

Objek Wisata Lain Yang Wajib Dikunjungi :

  • Luna Park (taman bermain yang mirip dengan pasar malam dadakan di Jakarta, tapi versi lebih rapi dan bersih)
  • Pantai : Coogee Beach - Bondi Beach - Manly Beach (lebih saya rekomendasikan ngunjungin pantai-pantai di Central Coast)
  • Central Coast Beach (Norah Head Lighthouse, Shelly Beach, Terrigal Beach)
  • Lake Macquarie National Park di Morisset, Central Coast. Tempat kangaroo bebas berkeliaran di hutan.
  • The Entrance, Central Coast. Setiap jam 15.30 ada pemberian makan burung pelikan di sini.
  • Three Sisters dan Blue Mountains (mirip grand canyon di Amerika tapi lebih asri, pemandangannya spektakuler banget di sini)
  • Kiama (dengan blowhole sebagai atraksi wisata utamanya)
  • Hunter Valley (ladang wine terbesar di Australia)
  • Kosciuszko National Park (Thredbo atau Perisher Valley) : Untuk yang mau menikmati salju di NSW. Thredbo lebih spesifik untuk yang mau menikmati olahraga salju, sedangkan Perisher Valley untuk yang mau main-main santai, cocok untuk keluarga.
Melihat sekumpulan kangaroo di alam bebas di Lake Macquarie National Park.

Pemandangan The Three Sisters dan Blue Mountains di Katoomba. 

Mode Transportasi
  • Kereta/Train 
  • Light Train (tram)
  • Kapal feri (tenang aja, kapal ferinya bukan kapal feri lambat kayak yang di pelabuhan Merak kok)
  • Bus
Tram di Paddy's Market.
Monorail sudah ditutup sejak 30 Juni 2013 untuk perluasan Sydney Convention Centre di Darling Harbour (bahkan saat monorail Jakarta belum jadi-jadi, monorail Sydney udah ditutup duluan, hehe).

Sebagai info, di Sydney stasiun kereta pusat dan terbesarnya adalah Central Station. Semua kereta dan tram pasti melewati stasiun ini. Di bawah stasiun ini juga terdapat terminal bus antarkota. Untuk kapal feri, pelabuhan terbesarnya adalah Circular Quay (dekat Sydney Opera House dan Harbour Bridge).

Suasana Central Station.
Untuk lebih menghemat pengeluaran transportasi, pembelian tiket terusan (MyMulti namanya) sangat wajib untuk dipertimbangkan. Sebab tiket terusan yang bisa dibeli harian, mingguan, bahkan sampai tahunan ini meng-cover semua mode transportasi di Sydney dan sekitarnya. Artinya dengan sekali bayar kamu bisa naik apapun, sejauh manapun, dan seberapa kalipun ganti mode transportasi sesuka hati. Pengalaman saya sendiri adalah saat menghemat tiket bus sebesar 45 dolar di Blue Mountains dengan menggunakan tiket MyMulti ini. Tapi kalau memang bakal jarang jalan-jalan dengan menggunakan kendaraan umum ya sebaiknya gak usah beli tiket terusan juga daripada rugi atau gak balik modal, beli tiket single trip atau jalan kaki tetap merupakan pilihan terbaik.

FYI, beberapa atraksi wisata di Australia harus ditempuh dengan mode transportasi tertentu, contohnya Manly Beach dan Taronga Zoo yang dicapai dengan menggunakan kapal feri, dan Blue Mountains yang menggunakan kereta.
Kapal feri di pelabuhan Circular Quay.

Untuk informasi lebih jelas mengenai mode transportasi dan jadwalnya bisa dilihat di www.131500.com.au, sedangkan untuk informasi kereta jarak menengah dan jarak jauh bisa dilihat di www.nswtrainlink.info (khusus pengguna kartu ISIC bisa dapet tiket harga student yang diskon 50% dengan kereta ini).

Akomodasi

Berhubung kemarin saya menginap di rumah saudara, jadi kurang bisa ngasih rekomendasi juga untuk topik satu ini. Yang jelas di Sydney banyak hotel-hotel khusus backpackers di seantero kota. Harganya berkisar antara A$ 20 - 30 semalam. Di daerah King's Cross (daerah red light district/lokalisasi-nya Sydney) banyak penginapan yang murah banget, tapi hati-hati juga karena banyak juga orang-orang mabuk dan preman di daerah sini, sangat tidak saya rekomendasikan. Untuk lebih lengkapnya silakan cek website agoda dan hostelworld.

Backpacker accomodation di seberang Central Station

Waktu Yang Tepat untuk Berkunjung

  • Winter (Juni - Agustus) : Cocok untuk yang mau main ski (tapi jangan berharap salju bakal turun di daerah kota ya)
  • Pertengahan September - Oktober : Festival Floriade di Canberra (3 jam naik mobil dari Sydney)
  • 26 Desember : Boxing Day (diskon besar-besaran di seluruh Australia)
  • Summer (Desember - Februari) : Untuk yang mau jalan-jalan lebih lama di kota

FYI, perbedaan waktu di Sydney dan Jakarta adalah 3 jam lebih cepat, sedangkan pada musim panas perbedaan waktunya adalah 4 jam lebih cepat (ditambah daylight saving time 1 jam).

Tips
  • Ambillah peta dan buku panduan sebanyak mungkin di bandara ataupun information centre (bangunan dengan huruf i berwarna kuning terang). Banyak diskon-diskon spesial yang biasanya diselipkan di peta atau buku-buku tersebut.
  • Buatlah kartu pelajar internasional (ISIC) supaya bisa masuk tempat-tempat wisata dan dapat penginapan dengan harga khusus pelajar. Info pembuatannya bisa dibaca di link ini.
  • Banyak-banyak jalan kaki selama di Sydney, khususnya di daerah CBD.
  • Jangan lupa coba deep-fried Mars bars alias coklat Mars goreng di Bondi Beach (di resto Bondi Surf Seafood), harganya cuma $ 4 dan rasanya enak banget!
  • Untuk yang mau shalat, di dekat Central Station ada masjid Surry Hills di jalan Commonwealth. Di sini banyak juga jamaahnya saat shalat Jumat (shalat Jumat di sini waktunya 1 jam setelah adzan Dzuhur).
  • Saat di Katoomba (Blue Mountains) jangan lupa mampir ke Blue Mountains Chocolate Company dan cobain cokelat di sini, gratis.

No comments:

Post a Comment