27 Oct 2010

Penghitungan Suara ca-Fomatur MBWG

Hmm, hari ini bisa dibilang hari yang cukup bersejarah buat saya. Mengapa? Karena di hari ini hasil pemilu caketum MBWG dihitung. Tapi tidak hanya itu saja, ada cerita menarik di balik penghitungan suara hari ini. Saya mulai saja kisah hari ini..

Pukul 6 sore tepat saya sampai di ruang alat, setelah berdiam diri di HME cukup lama untuk membicarakan pemilu raya dengan teman-teman saya. Bingung mau ngapain, saya pun baca-baca slide kuliah probstat sambil makan keripik pisang khas Lampung. Dan ketika pukul 18.30 lewat beberapa menit, saya dan semua anggota MBWG yang ada di ruang alat dihimbau untuk segera berpindah ke ruang 26 CC barat dalam rangka LPJ MBWG dan penghitungan hasil pemilu.

LPJ pun dibacakan, tidak lama karena hanya LPJ sekretaris umum saja. Event setelahnya lah yang langsung membuat jantung saya berdebar kencang. Saya mulai deg-degan dengan penghitungan suara yang sebentar lagi akan dimulai. Kotak suara pun dibuka dan satu persatu surat suara mulai dihitung.

Surat suara pertama, kedua, dan ketiga menghasilkan suara berturut-turut Julius, Roland, dan Tito. Saya yang berharap nama saya di sebut di surat suara ke empat ternyata belum disebut juga. Dan akhirnya pada surat suara yang ke lima nama saya pun disebut. Surat suara demi surat suara dibuka, dibacakan hasilnya, dan dicek keabsahannya. Suara masing-masing dari kami - para calon formatur - susul menyusul dengan selisih yang sangat tipis. Namun di antara surat suara yang sah tersebut, ada dua surat suara yang abstain dan satu suara memilih saya yang tidak sah. Dan akhirnya sampailah di akhir-akhir penghitungan suara.

Dari hasil sementara, saya dan roland memiliki jumlah suara yang berbeda hanya satu suara. Roland 20 dan saya 19. Di saat itu saya yang mengira bahwa penghitungan suara sudah selesai langsung menyalami Roland untuk memberi selamat. Namun ternyata setelah panitia mengecek ulang kotak suara, terdapat 4 surat suara yang belum terhitung. Debaran jantung saya yang sempat mereda pun kembali kencang.

Surat suara pertama dibuka, hasilnya adalah saya. Suara imbang 20-20. Surat suara kedua dibuka, hasilnya Julius. Suara kami masih imbang. Surat suara ketiga dibuka, hasilnya adalah saya. Jantung makin kencang berdetak, suara 21-20. Dan ketika surat suara terakhir dibuka, hasilnya adalah....Roland. Suara pun kembali imbang 21-21.

Saya benar-benar tidak menyangka kalau pemilu dengan 4 calon formatur dan pemilih sebanyak 73 orang ini bisa seketat ini, bahkan sampai menghasilkan suara yang imbang untuk saya dan Roland. Kalau bisa saya sebut ini drama, maka ini merupakan sebuah drama bergenre thriller yang sangat dramatis dan epik. Sungguh suatu persaingan yang sangat sengit.

Itulah sebabnya saya bisa katakan bahwa hari ini adalah hari yang patut dikenang seumur hidup. Sebuah drama yang takkan terlupakan, bahwa saya pernah menjadi bagian dari kejadian langka dalam sejarah pemilu MBWG.






No comments:

Post a Comment